Sunday, 19 May 2013

kisah haru Bung Hatta sang proklamator


                                                                        Sepatu Bally



bung hatta atau muhammad hatta adalah wakil presiden indonesia pertama yang juga sangat berperan penting dalam proses kemerdekaan indonesia,lahir di bukit tinggi pada tanggal 12 agustus 1902,bung hatta adalah tokoh penting dalam kemerdekaan indonesia yg mana beliau sudah berjuang demi kemerdekaan sejak dari dulu,bung hatta juga masuk ke perkumpulan jong sumatra bond demi memperjuangkan kemerdekaan indonesia.




tetapi satu hal yg sangat menarik dan saya kagumi dari pribadi bung Hatta adalah sifat rendah hati dan jujur,ada sebuah kisah mengenai sifat asli tokoh kita yg satu ini tetntang kerendah hatinya dan perilaku jujurnya yg belum tersebar luas kepada kita,bangsa indonesia,yaitu kisah sepatu Ballynya Bung Hatta:

alkisah dahulu waktu zaman kemerdekaan masih seumur jagung ada sebuah merek sepatu yg sangat terkenal,terkenal bagus,nyaman,dan mahal,sepatu itu adalah sepatu Bally,Bung Hatta sangat berminat untuk membeli sepatu itu,oleh karena itu dia pun menggunting potongan iklan sepatu itu dan menyimpannya.
Akan tetapi uang tabungan Bung Hatta tidak pernah cukup untuk membeli sepatu tersebut,karena uang dan gajinya selalu terpakai untuk kebutuhan rumah tangga dan menolong saudara dan yg meminta pertolongan kepadanya.

hingga akhir hayatnya Bung Hatta tak pernah bisa mendapatkan sepatu impiannya tersebut.

tapi kenapa saya mengangkat kisah ini?,seharusnya kita berpikir,dengan jabatan Bung Hatta waktu itu yaitu wakil presiden pertama RI bukan sesuatu yg mustahil baginya untuk hanya mendapatkan sepasang sepatu,bisa saja beliau mengambil pabriknya,dan mungkin saja saat itu Bung Hatta meminta kepada kolega-koleganya untuk memberikan dia sepatu Bally,tapi apa yg terjadi?,beliau tidak mau menyusahkan orang lain dan bekerja dengan keringat sendiri,buktinya adalah ketika beliau sudah wafat ditemukan potongan iklan sepatu bally di kamarnya.

seandainya pejabat-pejabat kita sekarang memliki prinsip seperti Bung Hatta pasti tidak akan ada kemiskinan lagi di Indonesia dan indonesia tidak akan mendapat julukan negara terkorup lagi.






ini nih gan link tambahan mengnai info Bung hatta yg baru di update,baca yg ini juga ya:
JAKARTA, KOMPAS.com — Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Proklamator RI Mohammad Hatta, yang juga wakil presiden ke-1 RI, diharapkan dapat menghentikan segala bentuk fitnah yang ditujukan kepadanya. Semasa hidup, Bung Hatta selalu mencurahkan waktunya untuk kemajuan bangsa.
Demikian hal ini disampaikan putri mendiang Bung Hatta, Meutia Hatta, kepada Kompas.com di Studio Kompas TV, Jakarta, Rabu (8/11/2012). "Dengan adanya penganugerahan Pahlawan Nasional, saya berharap beliau dilihat sebagai sosok yang berjuang untuk kepentingan bangsa," kata Meutia seusai hadir pada acara dialog di Kompas TV.
Meutia mencontohkan salah satu fitnah tersebut, yakni Bung Hatta hendak menurunkan mendiang Presiden Soeharto dari jabatannya.
"Ini tidak masuk akal. Saat itu, beliau sudah lanjut usia, yaitu 74 tahun. Bagaimana beliau bisa dituduh mau menjatuhkan Presiden Soeharto?" kata Meutia.
Ada pula persepsi di masyarakat yang keliru soal pengunduran diri Hatta sebagai wakil presiden. Dikatakan, pengunduran itu dilakukan semata-mata lantaran Bung Hatta tak merasa cocok dengan Bung Karno.
"Itu bukan satu-satunya alasan beliau mengundurkan diri. Ini juga dipicu sikap DPR yang tidak menetapkan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden dengan peranan seharusnya dalam kabinet presidensial," katanya.
Jalan Protokol
Pada kesempatan itu, Meutia mengutarakan, belum ada jalan protokol di kota-kota besar yang menggunakan nama Bung Hatta. Meutia mengindikasikan adanya harapan nama Moh Hatta digunakan sebagai nama jalan protokol di kota-kota besar.
"Belum ada jalan yang menggunakan nama Soekarno dan Hatta secara terpisah," katanya.
Kendati demikian, Meutia menekankan, nama jalan hanyalah sebuah identitas. Hal yang terpenting adalah meneladani prinsip-prinsip yang digagas oleh pahlawan nasional tersebut.
"Prinsip-prinsip ini, misalnya, bagaimana Indonesia dapat menjadi tuan di negeri sendiri, bagaimana ada kemandirian, dan kebersamaan gotong royong," kata Meutia. Hal lainnya adalah soal adanya jaminan bagi setiap warga negara untuk memperoleh hidup yang layak dari segi kemanusiaan.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara penganugerahan gelar pahlawan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Keputusan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Bung Karno tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 83/TK/2012, sedangkan keputusan bagi Bung Hatta tertuang dalam Keppres No 84/TK/2012. Kedua Keppres ini ditandatangani Presiden Yudhoyono pada 7 November 2012.
Penganugerahan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, gelar ini tidak hanya bermakna sebagai pengakuan dan penghargaan pemerintah atas jasa dan pengabdian pendiri bangsa, tetapi terutama juga menandai dihapuskannya stigma negatif atas diri Bung Karno.
”Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini menegaskan bentuk pengakuan, penghargaan, penghormatan, dan ucapan terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan beliau-beliau. Kita patut mengenang dan melestarikan nilai-nilai kejuangan yang telah diteladankan Bung Karno dan Bung Hatta,” kata Presiden Yudhoyono.
dan ajakan menarik yang disampaikan Yudhoyono dalam sambutannya, yakni segenap bangsa diajak untuk meninggalkan stigma negatif yang mungkin masih melekat terhadap kedua Bapak Bangsa itu. Dalam pandangannya, jasa, perjuangan, pengorbanan, serta pengabdian keduanya jauh melampaui dan lebih besar dibanding kekurangan dan kelemahan keduanya.
Stigma negatif, kalaupun masih ada, sejatinya lebih tertuju kepada Bung Karno. Stigma itu muncul berkaitan dengan adanya Ketetapan MPRS No XXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan dari Presiden Soekarno. MPRS yang saat itu diketuai Jenderal TNI AH Nasution dalam pertimbangan ketetapan itu menyebutkan, pidato Presiden Soekarno di hadapan Sidang MPRS tidak jelas memuat pertanggungjawaban kebijaksanaan Presiden atas pemberontakan kontrarevolusi G 30 S.

semoga semangat dan sikaf tauladan dari Bung Hatta dapat kita tiru semua,dan semoga pejabat-pejabat negara kita menjadi pribadi seperti sosok bung hatta.



dari:http://nasional.kompas.com/read/2012/11/08/09113640/Hentikan.Fitnah.kepada.Bung.Hatta


No comments: