Friday, 31 May 2013

Laut Aral,Tempat paling beracun di Bumi

Laut aral adalah sebuah danau raksasa dan juga merupakan lautan yang terkepung daratan yang terletak diantara Kazakhstan dan Uzbekistan,dan juga merupakan danau terbesar ke-4 di dunia.


pada tahun 1960-an Unisoviet yang waktu itu masih berkuasa melakukan proyek irigasi untuk melebarkan daerah pertanian dan Kapas yang mana proyek ini akan membendung 2 sungai yang memasok persediaan air di laut Aral,yaitu sungai Amudarya dan sungai syrdarya sehingga menyebabkan debit air yang ada di laut aral menyusut total.

Antara rentang waktu 1960-2007 air di laut Aral menyusut dan hanya menyisakan 10%nya saja,dari total luas danau yang tadinya mencapai 68.000 km persegi hanya tersisa 1/10nya yang terbagi menjadi 4 danau kecil yang semakin lama semakin kering karena tidak ada pasokan air,para ahli mengira bahwa sebelum tahun 2020 laut Aral akan benar-benar mengering dan terhapus dari peta bumi.








sebelumnya laut Aral adalah berkah bagi penduduk disekitarnya,dan setiap harinya menghasilkan puluhan ton ikan segar dan memperkerjakan sekitar 40.000 warga disekitarnya,bahkan dulu sebelum laut mengering sudah terdapat pabrik pengalengan ikan dikota pelabuhannya,tetapi setelah Unisoviet melakukan proyek irigasi dan menutup 2 





sungai yang memasok persediaan air di laut Aral dalam waktu 40 tahun saja laut Aral tinggal 10%nya saja,dan meninggalkan kerusakan lingkungan yang sangat besar dan mematikan.
mengapa laut Aral yang kering menimbulkan bencana?,hal ini disebabkan karena laut yang mengering berubah menjadi gurun pasir tandus yang mengandung garam,sehingga apabila angin bertiup maka pasir garam yang terbawa akan menimbulkan kerusakan bagi daerah yang dilaluinya,dan juga bagi manusia,selain itu gurun tandus bekas laut aral juga mengandung limbah pestisida yang merupakan hasil dari irigasi pertanian kapas.

selain mengandung garam dan pestisida,tanah di laut Aral juga mengandung sisa-sisa senjata Biologis buatan ilmuan militer Unisoviet.tepat ditengah-tengah laut Aral terdapat sebuah pulau (Vozrozhdenie) yang dijadikan uji coba senjata Biologis oleh pemerintah Unisoviet pada tahun 1950-an,sehingga sekarang ada masyarakat sekitar yang terkena penyakit pes,cacar dan juga anthrax

penduduk disekitar laut aral terus menurun,populasi kota pelabuhan terus berkurang,dan angka kematian terus meningkat,dikarenakan udara yang tercemar dan berbagai penyakit lainnya,hal ini tidak hanya memberikan kerugian materil saja,tetapi juga kerusakan alam yang sangat parah,para ahli telah melakukan penelitian bahwa garam yang terbawa angin di laut aral mencapai wilayah jepang,dan juga gurun tandus tercipta sangat berperan terhadap pemanasan global,pada saat musim panas wilayah sekitar laut Aral bertambah panas dan saat musim dingin disekitarnya menjadi lebih lama dan lebih dingin.

itulah bencana yang diakibatkan tangan-tangan tak bertanggung jawab manusia,mungkin juga Unisoviet dan joseph stalin,akhir dekade ini pun sudah banyak digalakan proyek pengisian kembali laut Aral oleh kalangan pemerintah kazakhstan,uzbekistan dan Rusia,tetapi disebabkan harga proyek yang sangat mahal akhirnya proyek ditinggalkan.

tetapi dibalik bencana juga ada berkah,di daerah Karakalpakstan yang tadinya subur karena ada aliran sungai,kini menjadi tandus karena proyek irigasi,dan sekarang dikabarkan bahwa terdapat sekitar 1,7 triliyun kubik gas alam dan sekitar 1,7 juta ton minyak mentah disana,pemerintah Uzbekistan pun menjadikan wilayah ini sebagai wilayah prioritas.


Akan tetapi seandainya wilayah laut aral masih ada,mungkin manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan irigasi yang hanya mementingkan sebagian orang dan pemerintah tertentu saja.

semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua,dan juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita hidup tergantung kepada alam,maka janganlah merusak alam,alam itu dapat menjadi sumber kehidupan dan bencana bagi kita sendiri,salam super dan terimakasih

No comments: