Thursday, 22 August 2013

Cara negara china mengatasi korupsi

akhir-akhir ini ketegangan antara China dan negara tetangganya makin sering terjadi,dikarenakan keagresifan manuver militer dan politik di teritorial sekitarnya,terutama dengan jepang,Taiwan dan fillipina,dengan jepang china mengklaim kembali pulau yang katanya dahulu adalah miliknya,dan dengan fillipina adalah konfrontasi mengenai kepaluan yang diklaim oleh china yang mana memancing kemarahan sebagian anggota negara Asean lainnya seperti malaysia dan brunei mengenai wilayah laut china selatan,tapi yang harus kita perhatikan dalam masalah ini adalah kenapa negara china berani melakukan manuver politik dan militer yang dapat memicu peperangan ini?,menurut saya adalah dikarenakan sekarang china adalah negara yang mengalami perkembangan ekonomi dan militer yang sangat pesat,dengan PDB terbesar ke-2 didunia setelah Amerika dan pendapatan per kapita sebesar $5.413/tahun dan menempati urutan ke-91 di dunia,tapi melihat jumlah penduduk china yang besar pendapatan per kapita mereka juga lumayan besar dibandingkan dengan indonesia $3.700 menempati urutan ke-110.

Tapi dari semua kesuksesan negara china ada satu hal yang sangat saya perhatikan dari negara ini,yaitu bagaimana negara sebesar china dapat memberantas korupsi yang ada didalam tubuhnya?,melihat negara china yang sangat besar,penduduk terbanyak no 1 di dunia,pasti sangat sulit untuk mengatur administrasi pemerintahan diseluruh daratan china,belum lagi jumlah pejabat pemerintahan china yang pasti jumlahnya sangatlah banyak,dan perilaku korup juga sudah ada sejak zaman kekaisaran jauh sebelum china bersatu, juga korupsi sudah mendarah daging didalam tubuh pemerintahan china hingga "pemutihan"dilakukan.

apakah pemutihan itu?,pemutihan adalah sebuah kebijakan politik di china yang diberlakukan dikarenakan sudah maraknya perilaku korup dikalangan pejabat negara,dan merupakan pilihan terakhir karena langkah-langkah yang sudah ditempuh sebelumnya tidak membuahkan hasil,pemutihan adalah kebijakan negara yang mana pejabat yang telah melakukan korupsi semuanya dianggap bersih pada hari itu,tetapi apabila sehari setelah pemutihan masih ada pejabat yang korupsi maka dia akan dihukum mati,

Monday, 19 August 2013

Bapak penerbangan indonesia pencetus kokpit moderen

waktu itu admin lagi iseng baca-baca majalah penerbangan yang terbitan tahun 2006,nah didalam majalah itu ada sebuah kisah menarik yang sangat menginspirasi admin,yaitu kisah bapak penerbangan indonesia yang mencetuskan ide "two twin cockpit" kepada dunia.


Indonesia bukanlah merupakan negara yang berada terdepan dalam kemajuan teknologi atau negara dengan deretan mahakarya dan penemuan-penemuan teknologi seperti dengan Jerman, Jepang, Inggris atau Amerika Serikat. Namun dalam bidang penerbangan, Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah aviasi yang patut dibanggakan bahkan di antara negara-negara maju lainnya di dunia. Salah satunya adalah sejarah berdirinya maskapai tertua di dunia, KLM, yang tidak bisa lepas dari keterlibatan Indonesia, khususnya kota Bandung. Untuk era modern, seorang putra bangsa juga telah menyumbangkan buah pikir yang hingga kini diakui dan diadopsi di seluruh dunia. Ia adalah Wiweko Soepono.
Pada tahun 60 hingga 70-an, dibutuhkan setidaknya tiga penerbang di dalam kokpit terutama untuk pesawat komersial berbadan lebar seperti Douglas DC-8, Boeing 707, 727 dan pesawat penumpang berbadan lebar buatan Rusia lainnya. Ketiga kru di dalam kokpit itu adalah pilot, kopilot dan ahli mesin (flight engineer) yang merupakan konfigurasi standar digunakan dalam rancang bangun dan pengoperasian pesawat di dunia. Bahkan terkadang dibutuhkan kru tambahan untuk pengoperasian sistem komunikasi radio dan navigasi yang menuntut sebuah penerbangan dioperasikan oleh empat atau lima orang kru. Pakem tersebut kemudian berubah setelah seorang pilot dengan segudang pengalaman yang saat itu telah menjabat sebagai diektur Garuda Indonesia, Wiweko Soepono, melalui buah pikirnya yang revolusioner mempelopori konfigurasi kokpit dengan dua awak saja seperti yang ada di seluruh pesawat komersial modern.
Kala itu Wiweko Soepono menjabat sebagai direktur Garuda Indonesia periode 1968-1984. Untuk ekspansi armadanya, Garuda Indonesia membeli enam unit Airbus A300B4 di mana unit pertama dari pemesanan tersebut diserahkan pada 18 Januari 1983. Pertimbangan Wiweko Soepono untuk mengusulkan konfigurasi dua awak dalam kokpit pesawat berbadan lebar itu berdasarkan dua pertimbangan. Pertama, dari penciutan jumlah awak dari lima kru menjadi tiga kru di pesawat berbadan lebar Douglas DC-8. Alasannya, operator radio dan navigator tidak diperlukan lagi dalam operasional penerbangan karena tugas mereka dapat ditangani oleh kedua pilot saja. Lalu yang kedua adalah pengalaman Wiweko Soepono dalam terbang solo (terbang sendirian) pada tahun 1966 melintasi Samudra Pasifik dari Wichita, Kansas – AS ke Jakarta menggunakan pesawat angkut ringan buatan Beechcraft Super H-18 yang memakan waktu 60 jam dengan mengisi bahan bakar di pulau Wake, Honolulu, Guam dan Manila. Penerbangan ini merupakan pencapaian yang luar biasa, yang menjadikan Wiweko Soepono penerbang Asia pertama yang melintasi Samudra Pasifik menggunakan pesawat angkut ringan.
Berdasarkan kedua pertimbangan tadi, Wiweko Soepono berkesimpulan pesawat Airbus A300B$ cukup diawaki oleh dua kru saja. Ia berkata kepada pihak Airbus melalui Executive Vice President dan General Manager Airbus Industrie, Roger Beteille; “keluarkan kursi flight engineer setelah itu mari kita berunding mengenai pembelian pesawat.” Seketika itu Berteille terkejut dengan idenya yang kontroversial itu. Berteille juga  melihat Wiweko Soepono merupakan seorang aviator dengan visi yang jauh ke depan yang berasal dari negara berkembang di Asia yang bukanlah termasuk dari jajaran elit dalam kancah persaingan teknologi pesawat. Konfigurasi tersebut juga menginspirasi lahirnya konsepGlass Cockpit di mana instrument-instrumen di dalam kokpit ditampilkan dengan perangkat elektronik canggih dengan teknologi mutakhir yang memudahkan interaksi pilot dengan berbagai sitem pesawat. Pada awalnya konfigurasi tersebut akan diberi nama sesuai penggagasnya yakni kapten Wiweko Soepono sendiri, namun dirinya menolak dan memilih Garuda untuk disematkan kepada nama konfigurasi tersebut, sehingga desain itu dinamakan Garuda’s Cockpit.
Terobosan tersebut mendapat banyak tentangan dan hambatan. Salah satunya adalah pelarangan untuk mendarat pada malam hari oleh beberapa bandara internasional karena alsan keamanan dan keselamatan. Bahkan Airbus sendiri pada awalnya meragukan tentang keberhasilan rancangan tersebut. Namun setelah beberapa waktu, Garuda’s Cockpit terbukti menjadi cikal bakal rancangan kokpit pesawat berbadan lebar dengan dua awak di dunia, baik yang di produksi Airbus maupun Boeing, yang akhirnya mengakui efisiensi dan efektifitas konfigurasi Wiweko tersebut. Wiweko Soepono sendiri juga turut terlibat dalam perancangan kokpit Airbus A300B4 yang dihasilkan dari idenya ini.
Wiweko Soepono (lahir di BlitarJawa Timur18 Januari 1923 – meninggal di Jakarta8 September 2000 pada umur 77 tahun) dikenal sebagai seorang direktur utama Garuda Indonesia pada periode 1968-1984. Wiweko adalah bapak dari pesawat two-man cockpit yang diterapkan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal bakal pesawat glass cockpit berawak dua pesawat-pesawat sekarang.

Wednesday, 7 August 2013

apakah yang kita rayakan ketika idul fitri?

ngga tau kenapa idul fitri kali ini menurut gw biasa aja,nggak ada sepesial-sepesialnya,banyak orang berkata bahwa hari ini adalah hari kemenangan,menang dari apakah maksudnya itu?,kalau menang hanya untuk menahan lapar dan haus selama seharian sih itu biasa,memang itu kewajiban kita dibulan puasa,tapi apakah yg patut dirayakan saat lebaran?,kemenangan apakah yang kita rasakan?,apakah dengan tibanya bulan ramadhan ini kita harus menjadi lebih religius dari sebelumnya,misalnya saja,mendadak banyak acara televisi yang tiba-tiba saja menjadi acara yang islami dan religius,sampe gw muak nontonnya,tiba-tiba aja yang dulunya host acara gosip yang pakaiannya compang-camping tiba-tiba mendadak taubat,dan jadi make keredung dan gamis,aneh ya?,apakah itu hanya ada di indonesia saja?,mungkin juga sih,tapi rasa kemenangan itu menurut gw tidak akan lengkap apabila seluruh umat muslim masih berada dalam posisi terendahnya seperti saat ini,lihat saja di sekeliling kita,seluruh umat muslim sedang dilanda perpecahan,korupsi,dan perang saudara dimana-mana,sedangkan yang negaranya lagi dalam keadaaan damai malah menutup mata,mau buktinya?,lihat saja saudara kita di suriah saat sedang berjuang melawan rezim syiah seharusnya kita turut membantu dengan dukungan moral,logistik,dan senjata,eh nyatanya mereka malah dibantu sama negara2 imperialis yang pastinya dengan syarat-syarat khusus,yaitu monopoli minyak bumi dan politik dinegaranya,tapi gw juga masih belum mengerti dengan moment saat ini,apa yang harus kita rasakan ketika melihat itu semua,dimanakah  kemenangan itu?.