Monday, 27 January 2014

Hancurnya Ekonomi Belanda gara-gara Bunga Tulip "economic buble"


waktu itu kan saya udah jelasin apa itu economic buble,kalo anda belum baca artikelnya silahkan klik link ini: http://fatanedogawa.blogspot.com/2014/01/apa-itu-gelembung-ekonomi-economic.html#more.

oke saya akan menceritakan kembali kasus ini yang dijuluki dengan teori kegilaan masal.jadi pada tahun 1636-1637 terjadi kenaikan harga bunga tulip secara besar-besaran di Belanda,dan pada sekitar tahun itu juga harga tulip anjlok mendadak karena musim panenya telah tiba.

Tulip bukanlah tanaman asli Belanda,tanaman ini aslinya berasal dari daerah Turki yang mana waktu itu tanaman ini di jual oleh pedagang kerajaan Turki utsmani,karenan kerjasama yang semakin erat antara Turki Utsmani dan kerajaan di tanah Eropa,maka bunga tulip menjadi komoditas ekonomi yang menguntungkan.

Tumbuhnya tulip pertamakali di Belanda dimulai oleh satu orang Botanis,yaitu Claudius clusius yang merupakan mantan arsitek botani yang membangun kebun botani untuk kerajaan Austria,pada tahun 1594 Tulip pertamakali Tumbuh di Belanda setahun setelah kedatangan Claudius.

antara tahun 1594-1637 bunga Tulip menjadi komoditas ekonomi berharga tinggi,menjadi simbol status sosial bagi keluarga di Eropa,bunga tulip ini banyak diminta dan dicari olah para bangsawan di Eropa,harganya pun meningkat mengikuti hukum permintaan dan penawaran,semakin tinggi permintaan harga pun semakin tinggi.

Tumbuhnya bunga tulip tidak diseimbangi dengan permintaan dari pasar,karena proses pembibitan hingga panen tulip membutuhkan waktu yang lama,antara 7-12 tahun.

oleh karena itu para pedagang Tulip menggunakan cara baru untuk pembelian Bunga Tulip,yaitu dengan surat berharga,caranya adalah jika ada orang yang ingin membeli bunga tulip mereka harus membayarnya dahulu,harga Bunga Tulip sesuai denga kualitas bunga yang dipesan,jika kualitasnya baik maka harganya pun makin mahal,akan tetapi mereka belum mendapatkan bunga itu,para pedagang bunga Tulip menerbitkan surat berharga Tulip saat musim dingin dan menjualnya saat musim panas karena saaat itu panen,harga yang dibandrol pun sesuai prediksi.

karena surat berharga bisa dihutangkan dan ada bunga kreditnya,bukan bunga tulip lho,maka terjadi peningkatan nilai agregat nominal hutang yang tidak di imbangi dengan transaksi rillnya,maksudnya bunga tulip dan uang resmi yang ditukar.

hasilnya adalah terjadi gelembung ekonomi antara tahun 1594-1637,gelembung ekonomi menjadi semakin besar setelah judi bunga tulip yang caranya sekarang kita membeli surat berharga pembelian bunga tulip untuk digambling lagi saat masa panen tulip,apabila harganya naik kita untung dan juga sebaliknya,mulai merambah ke kalangan masyarakat menengah dan orang bawah lainnya.

pada januari 1637 harga sepucuk bunga Tulip mencapai 6.000 floris setara dengan 1,7 juta dolar saat ini,lalu pada bulan februari tahun 1637 juga terjadi panen bunga tulip,yang mana terjadi penjualan bung tulip secara beruntun di Pasar yang akhirnya menyebabkan harga bunga Tulip pun anjlok,yang kaya jatuh miskin secara tiba-tiba yang miskin dan ngutang bunga tulip dengan kredit menjadi semakin miskin,belum lagi dampak sistemis yang merusak perekonomian hingga merembet ke perbankan saat itu.

No comments: