Thursday, 20 February 2014

mengapa rupiah anjlok pada tahun 2013?

MENGAPA RUPIAH ANJLOK PADA TAHUN 2013?


Pada tahun 2013 kurs Rupiah  terhadap Dollar tercatat pada posisi diatas Rp.12.000 Rupiah padahal Indonesia mangawali tahun 2013 dengan posisi nilai tukar Rp.9600/$1,ini adalah posisi pelemahan Rupiah tertinggi yang sebelumnya pernah terjadi pada krisis moneter 1997-1998.

Pelemahan nilai tukar rupiah juga tidak lepas dari defisit transaksi berjalan (current account defisit) yang ditandai dengan lebih besarnya impor daripada ekspor

Defisit transaksi berjalan menyebabkan pemerintah membutuhkan dollar dalam jumlah banyak untuk membayar defisit,ditambah lagi untuk membayar utang luar negeri yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan swasta di Indonesia,akibat terlalu banyaknya permintaan dollar maka harga dollar pun naik dan rupiah turun,sedangkan konsumsi nasional yang mendorong defisit adalah konsumsi BBM yang tinggi,anggarannya mencapai Rp.210 triliun untuk sibsidi BBM,untuk memasok kebutuhan BBM nasional pemerintah mengimpor BBM karena produksi dalam negeri tidak mencukupi.


Ekspor
Impor
Neraca
Bulan
Migas
Nonmigas
Total
Migas
Nonmigas
Total
Migas
Nonmigas
Total
Januari
2,66
12,72
15,38
3,97
11,48
15,45
-1,31
1,24
-0,07
Februari
2,57
12,45
15,02
3,64
11,67
15,31
-1,07
0,78
-0,29
Maret
2,93
12,09
15,02
3,90
10,99
14,89
-0,97
1,10
-0,13
April
2,45
12,31
14,76
3,63
12,83
16,46
-1,18
-0,52
-1,70
Mei
2,92
13,21
16,13
3,44
13,22
16,66
-0,52
-0,01
-0,53
Juni
2,80
11,96
14,76
3,53
12,11
15,64
-0,73
-0,15
-0,88
Juli
2,28
12,83
15,11
4,14
13,28
17,42
-1,86
-0,45
-2,31
Jan-Juli
18,61
87,57
106,18
26,25
85,58
111,83
-7,64
1,99
-5,65

Walaupun indonesia pada awal tahun 2013 defisit transaksi berjalan akan tetapi pada tiga bulan berturut-turut,oktober-desember,ekspor mendapat surplus sebesar USD 2,3 miliyar

Sebagian besar permintaan dollar dari dalam negeri dilakukan oleh para pengusaha swasta dan swasta nasional untuk kebutuhan impor barang dan utang luar negeri,sedangkan pemerintah menggunakan dollar untuk impor kebutuhan nasional seperti BBM,beras,kedelai dan lain-lain,untuk memenuhi supplai dollar didalam negeri pemerintah memperoleh dollar dari ekspor,hibah,dan penanaman modal asing(PMA),tetapi penanaman modal asing juga sangat beresiko karena jika terjadi gejolak moneter atau politik didalam suatu negara mereka dapat menarik modalnya kembali dan menyebabkan mata uang lokal jatuh

Ada 2 hal yang menyebabkan  mengapa nilai tukar rupiah melemah pada 2013,pertama adalah karena banyaknya permintaan dollar dari pasar,dan yang kedua adalah karena penarikan modal Investor asing dari dalam negeri,keluarnya sejumlah besar Investor Asing dari Indonesia berarti mereka menukarkan uangnya dengan mata uang negara lain sehingga penawaran Rupiah meningkat dan membuat Harga Rupiah anjlok

Pelarian modal Investor asing disebabkan kebijakan The Fed(Bank sentral Amerika) untuk mengurangi QE(quantitative easing),sedangkan QE sendiri adalah stimulus yang diberikan The Fed dengan cara membeli saham & obligasi di Amerika,secara tidak langsung The Fed mengucurkan dana untuk membuat perusahaan di Amerika tetap hidup karena sedang krisis,tiap bulan The Fed mengeluarkan $85 miliar untuk beli saham,tapi tahun ini The Fed berencana menurunkan stimulus pembelian saham menjadi $75 miliar/bulan,berarti pasar Amerika sudah kembali sehat atau dalam tahap kembali tumbuh,sehingga dana asing yang terparkir di negara-negara berkembang terutama Indonesia akan kembali lagi ke Amerika
Para Investor asing melakukan spekulasi apakah mereka harus menarik modal mereka,akhirnya pada juli 2013 pasar modal indonesia IHSG(indeks harga saham gabungan) tumbang sangat dalam hingga 20%,ini menunjukan bahwa para investor asing menarik modal mereka dari Indonesia dan menukarkan uang mereka menjadi dollar sehingga Rupiah anjlok

Jadi kita simpulkan bahwa penyebab jatuhnya harga rupiah pada 2013 ada 2 hal,yaitu:1).defisit neraca perdagangan,atau impor lebih besar daripada ekspor,2).penarikan modal investor asing karena kebijakan tapering atau pengurangan stimulus The Fed dari $85 miliar menjadi $75 miliar dan akan terus berlanjut sehingga pasar Amerika tidak bergantung lagi dari suntikan modal The Fed

Untuk menghadapi defisit neraca perdagangan dan penarikan modal asing pemerintah sudah menyaipkan rencana tertentu,diantaranya adalah mengurangi impor yang tidak dibutuhkan misalnya saat ini pemerintah sudah menghentikan impor beras,dan melakukan program konversi BBM ke BBG yang lebih murah dan hemat,kebijakan-kebijakan itu adalah usaha pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pasar dari BBM,dan jika program itu terealisasikan maka kita tidak perlu impor BBM yang menghabiskan anggaran lagi.

Dan untuk menghadapi ketidakpastian modal Investor asing karena sewaktu-waktu mereka bisa menarik modalnya tiba-tiba karena kebijakan tapering The Fed,pemerintah kita sudah menyiapkan jurus jitunya
Salah satu antisipasi yang dipersiapkan pemerintah dalam menyambut pengurangan stimulus yang lebih besar dari The Fed adalah:mengeluarkan bonds stabilization framework(BSF),kebijakan yang memungkinkan pemerintah untuk buyback atau pembelian kembali surat utang negara dan BUMN

Selain itu pemerintah Indonesia juga melakukan bilateral swap arrangement  dengan Bank of japan sebesar $22,78 miliar dollar,apakah bilateral swap arrangement itu?,BSA adalah perjanjian antara 2 negara untuk saling membeli mata uang mereka untuk menjaga kestabilan ekonomi sebagai second line of defence,misalkan investor di suatu negara menarik modal mereka otomatis mata uang lokal akan jatuh,karena mereka menukarkan mata uang loka denga dollar(sebagai contoh),jika negara tersebut sudah melakukan swap dengan negara lain maka negara partnernya harus membeli mata uang lokal yang sudah jatuh dengan dollar sesuai dengan perjannjian,misalnya 5 miliar dollar,akan tetapi juga ada jenis swap yang hanya digunakan untuk perdagangan tanpa harus menukarkannya ke dollar,indonesia sudah menandatangani currency swap dengan china sebesar 100 miliyar RMB atau setara dengan 14.5 miliyar dollar atau setara dengan 175 Triliyun Rupiah,dana ini digunakan hanya untuk kebutuhan importir Indonesia untuk mengimpor barang dari china dan juga sebaliknya importir china mengimpor baranga dari Indonesia sehingga tidak perlu menukarkan uangnya ke dollar dan cadangan devisa terjaga.

"jayalah terus indonesia"
                 

No comments: